Friday, 19 September 2014

Mediasi Yayasan-DKM At Tauhid Buntu


Anak Yatim, Dhuafa dan Anak Jalanan jadi Korban

HUBUNGAN yang tidak harmonis antara pengurus Yayasan Hijaiyah Bekasi dengan DKM Masjid Raya At   Tauhid, Perum Pesona Metropolitan membuat puluhan anak yatim sengsara. Sebab, karena konflik tersebut mereka diharuskan angkat kaki.
JADI KORBAN : Anak-anak yatim Yayasan Hijaiyah jadi korban konflik dengan pengurus Masjid Raya At Tauhid.Cr22/RADAR BEKASISebenarnya,Yayasan Hijaiyah  yang menaungi anak yatim menempati komplek yang sama dengan Masjid Raya At Tauhid. Mereka sama-sama berada di atas tanah fasos-fasum. Namun, melalui Nomor : 01/SP-AT-TAUHID/09/2014 yang ditandatangani Ketua DKM, HM Muchlis Halim meminta agar seluruh penghuni yayasan pindah.
Kejadian tersebut membuat khawatir para penghuni Yayasan Hijaiyah. Sebab, mereka tidak memiliki tempat lain untuk tinggal dan belajar. Demikian dikatakan Pembina Yayasan Hijaiyah, Dede Hermawan.

’’Ini lahan pemerintah, yang bisa mengusir kami adalah pemerintah. Bangunan ini pun sudah berdiri satu tahun. Dia (HM Muchlis) tidak bisa mengusir kami, memangnya ini tanah miliknya. Kalau memang ada masalah dengan saya, harusnya diselesaikan baik-baik, jangan bawa anak-anak. Mereka anak-anak yang berprestasi banyak piala yang didapat saat lomba mengaji di berbagai tingkatan,” katanya  pada Radar Bekasi.
Dede tambah kesal, karena anak-anak yatim yang ingin menunaikan salat tidak diperbolehkan. ’’Coba tanya marbotnya, anak-anak mau Salat Subuh dimarahin. Kalau kaya gini kasian anak-anak kecil belum ngerti apa-apa, akhirnya jadi takut salat di masjid,” ucapnya kecewa.
Masalah yang kian meruncing akhirnya membuat Wakil Wali Kota, Ahmad Syaikhu turuntangan. Usai Salah Jumat kemarin, Syaikhu berusaha mendamaikan dua belah pihak. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Rawalumbu, Edi Sutardi dan Kapolsek Bekasi Timur. Namun sayangnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan apa-apa.
’’Ini masalah pribadi yang merembet kemana-mana. Nanti akan dipertemukan kembali oleh camat,” tandas Syaikhu seraya meninggalkan lokasi lalu masuk ke mobil dinas.
Sementara,  Ketua Dewan Masjid Raya At Tauhid, HM Muchilis  tetap bersikap keras. Bahkan dia mencaci maki Pembina Yayasan Hijaiyah, Dede Hermawan di depan kapolsek serta camat. ’’Dia orang tidak benar, pengen menguasai masjid, tidak berakhlak,” ujarnya.
Di tempat sama, Camat Edi Sutardi berharap masalah itu bisa segera diselesaikan. ’’Nanti akan ada pertemuan kembali. Dan hari ini tidak ada pengusiran, walaupun ketua dewan masjid mendesak untuk melakukan pengusiran,” tegasnya. (cr22)

No comments:

Post a Comment